Rela Rogoh Kocek Rp15 Juta, Pemuda Dusun Tanijaya ini Tampilkan Perdana Lampu Colok Tiga Dimensi di Bungaraya

Siak, Sosial Budaya2,297 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Meski harus merogoh kocek belasan juta rupiah, Pemuda Karang Taruna Dusun Tanijaya, Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau tetap mewujudkan keinginannya membuat lampu colok tiga dimensi walaupun kegiatan itu tidak dilombakan oleh pemerintah kampung, kecamatan maupun kabupaten.

Lampu colok tiga dimensi ini, merupakan perdana yang ada di kecamatan Bungaraya. Terlihat, silih berganti masyarakat menyaksikan hasil karya Pemuda Tanijaya tersebut.

Lokasi lampu colok tiga dimensi itu dibuat berdekatan dengan Masjid Nurul Huda Dusun Tanijaya. Jika kita melintas arah Siak berada di sebelah kanan jalan, dan jika dari Siak berada di sebelah kiri jalan tepatnya di lapangan sepakbola mini.

Untuk pembuatan lampu colok tiga dimensi di Bungaraya itu, Karang Taruna Dusun Tanijaya sengaja mendatangkan desainer dari Kecamatan Sungai Apit.

“Lampu colok tiga dimensi ini merupakan perdana ada di Kecamatan Bungaraya. Desainernya kita datangkan dari Kecamatan Sungai Apit. Kalau biayanya menelan sekitar Rp15 juta rupiah,” kata Nobi Ketua Karang Taruna Dusun Tanijaya melalui bendahara yang akrab dengan sapaan Ari kepada Publiknews.com, Sabtu (30/04/2022) malam.

Ari juga menjelaskan, kegiatan itu merupakan swadaya pemuda setempat dan tanpa memungut sepeserpun dari masyarakat.

“Kami ada kas Pemuda yang bersumber dari hasil panen Sawit di tepi jalan, itulah yang kita gunakan untuk pembuatan lampu colok tiga dimensi itu. Untuk kegiatan yang kami lakukan ini tanpa memungut biaya sepeserpun dari masyarakat,” terangnya.

Lebih jauh Ari mengatakan, setiap malamnya, ia harus mengeluarkan sebanyak lima belas liter Solar untuk lampu colok tiga dimensi itu.

“Setiap malam solar yang harus kita sediakan sebanyak lima belas liter,” urainya.

Besar harapan Ari kepada Pemkab Siak, agar tradisi Lampu colok diperlombakan seperti di kabupaten lain. Menurutnya, jika mulai sekarang tidak ada gebrakan dari Pemkab, maka tradisi tahunan itu lambat laun akan hilang tergerus zaman.

“Kalau dilombakan pasti seru, dan banyak bermunculan Pemuda-pemuda kreatif nantinya. Semoga Pemkab Siak bisa mengadakan Festival lampu colok seperti Kabupaten Bengkalis, agar tradisi tahunan ini tidak hilang ditelan waktu,” harapnya.

Sementara itu, Yanti (35) seorang ibu rumah tangga yang melihat lampu colok tiga dimensi itu merasa kagum. Ia mengatakan, kalau ada di Siak kenapa harus jauh-jauh ke kabupaten lain.

“Bagus banget yang satu ini, terlihat hidup seperti yang dilombakan di Bengkalis. Kalau di Siak ada, ngapain saya harus ke Bengkalis,” kata Yanti saat berkeliling melihat lampu colok di sekitaran Kecamatan Bungaraya bersama kedua buah hatinya.

 

Laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500