WONOSOBO, PUBLIKNEWS.COM – Pendaki bernama Iqbal Fauzi Pratama masuk daftar hitam (blacklist) oleh Pengelola Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Banaran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Pasalnya remaja asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, itu telah melanggar beberapa aturan pendakian
Salah satunya, dia telah membohongi rangers (petugas penjaga gunung) dengan berpura-pura sakit saat mendaki. Aksinya tersebut dilakukan semata-mata untuk konten media sosial TikTok.
Dilansir dari Kompas.com, Minggu (22/08/2021), Ketua Basecamp Ndoro Arum Jalur Pendakian Gunung Sindoro, Dwi Andika menyampaikan, sanksi yang dijatuhkan kepada remaja itu yakni tidak boleh mendaki Gunung Sindoro dari semua jalur pendakian yang ada.
Andika menceritakan, awalnya Iqbal meminta pertolongan kepada rangers yang sedang berpatroli di jalur pendakian, Selasa (17/8/2021).
Saat itu juga petugas langsung menolongnya karena Iqbal terlihat kesakitan pada kakinya.
Dia pun dibantu oleh pihak basecamp hingga sampai atas Pos 1.
Setibanya di atas Pos 1, ranger memutuskan untuk membawa Iqbal agar cepat sampai basecamp.
Kemudian, dia diantar oleh ojek dari Pos 1 menuju Basecamp Ndoro Arum, Gunung Sindoro.
“Sampai di basecamp, dia (survivor) ternyata bisa jalan normal seolah-olah tidak ada gejala keseleo. Sedangkan personel di basecamp bersiap melakukan pertolongan lanjutan,” jelas Andika, yang lansir dari Kompas.com, Minggu (21/08/2021).
Keanehan kembali terlihat ketika Iqbal berjalan menuju arah parkiran untuk mengambil sepeda motor, lalu mengendarainya seperti biasa.
Bahkan, Iqbal mengendarai sepeda motornya di tengah pemukiman warga.
“Dia kembali ke basecamp untuk mengambil helm, dengan berkendara tidak sopan dan mengganggu masyarakat sekitar,” ucap Andika.
Andika menjelaskan, sanksi terhadap Iqbal didasari atas beberapa pelanggaran yang sudah dilakukannya, antara lain berpura-pura sakit demi konten TikTok, berperilaku tidak sopan terhadap pengelola, sesama pendaki, dan warga.
“Yang bersangkutan telah mengabaikan petugas basecamp,” imbuh dia.
Minta maaf
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Kompas.com, Andika, pada Sabtu (21/8/2021) sore, Iqbal telah mendatangi basecamp Ndoro Arum Gunung Sindoro untuk menyampaikan permintaan maaf.
Dia pun sudah mengakui kesalahannya saat mendaki Gunung Sindoro tepat pada hari Kemerdekaan RI lalu.
“Yang bersangkutan datang ke basecamp meminta maaf dan klarifikasi kejadian tersebut. Dia mengakui kesalahannya karena naik gunung hanya demi konten,” terang Andika.
Pihaknya berterima kasih atas itikad baik Iqbal dan warga Kebumen yang datang ke basecamp untuk minta maaf.
Pihaknya pun sudah memberikan maaf dan berharap kejadian yang sama tidak terjadi lagi ke depan.
“Semoga menjadi pelajaran dan pengalaman kita semua. Meskipun sudah minta maaf, namun sanksi blacklist tidak bisa dicabut, dan berlaku per 18 Agustus 2021,” kata Andika.
Sementara itu, Iqbal mengakui kesalahannya yang telah membohongi petugas karena berpura-pura sakit saat mendaki gunung pada Selasa (17/8/2021).
Semua perbuatannya tersebut demi untuk konten media sosial TikTok.
“Saya memohon maaf atas tindakan saya kepada pihak basecamp Ndoro Arum, Masyarakat Desa Banaran dan seluruh pendaki Indonesia, yang terjadi pada 17 Agustus 2021,” kata Iqbal, di Basecamp Ndoro Arum, Desa Banaran, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (21/8/2021) sore.
Ia mengakui bahwa tindakan yang telah dilakukan itu adalah tindakan yang salah dan tidak pantas ditiru.
“Saya mengajak semua rekan-rekan pendaki untuk tidak mencontoh perbuatan saya,” ucap Iqbal.
Warga Desa Sempor, Kabupaten Kebumen, itu legowo menerima sanksi dilarang mendaki Gunung Sindoro selama 5 tahun ke depan lewat jalur pendakian manapun.
“Untuk sanksi yang sudah diberikan kepada saya, saya terima dengan legowo,” kata Iqbal.
Penulis : Haryono
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






