oleh

Sistem Satu Arah, 600 Personil Disiagakan Dishub Meranti

MERANTI, PUBLIKNEWS.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti, Riau akan menerapkan sistem one way (satu arah) di Kota Selatpanjang. Sebelum penerapan di lapangan, terlebih dahulu dilakukan Apel Konsolidasi yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (11/10/2021) pagi.

Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, hadir juga Asisten 1 Setdakab Meranti, Drs H Irmansyah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti Nurdin Srijaya SE MSi didampingi Sekretaris Dishub, Abdul Malik SSos MIKom, dan lainnya.

Usai pelaksanaan apel, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Nurdin Srijaya SE MSi, melalui Sekretaris Dishub, Abdul Malik SSos MIKom mengungkapkan, bahwa pihaknya segera memberlakukan sistem one way di Kota Selatpanjang.

“Hari ini (Senin 11 Oktober) kita mulai star program one way dengan dilakukan apel konsolidasi terhadap selurah petugas yang akan kita tempatkan di lapangan yang melibatkan seluruh OPD di Meranti. Kedepannya, Kamis-Jumat (14-15 Oktober) pendidikan terbatas terhadap petugas di lapangan dan akan dilatih bagaiamana cara untuk mengatur dan mengarahkan lalulintas, dengan melibatkan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Guru Honorer, Mendikbud Akan Naikkan Gaji Setara UMR

Kemudian, lanjut Malik, Senin (18/10/2021) akan dilakukan apel sekaligus pemasangan baju rompi secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Meranti. Dan Selasa (19/10/2021) petugas mulai turun ke lapangan dengan star pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, tukar shif sampai pukul 14.00 WIB dan sampai pukul 18.00 WIB (tiga shif).

“Kita bagi menjadi tiga shif, akan diberlakukan setiap hari yakni Senin-Ahad mulai pukul 06.00 WIB-16.00 WIB. Jadi petugas di lapangan bekerja selama 4 jam setiap shif,” jelasnya.

Penerapan sistem one way ini sendiri direncanakan selama 3 bulan pertama, sambil terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada pengguna jalan tersebut.

Baca Juga :  Pelihara Satwa Dilindungi, Warga Merbau Meranti Ditangkap Polisi

“Untuk kebijakan di lapangan, kita awali 3 bulan kemudian lanjut 3 bulan. Kalau seandainya masyarakat kita belum mengerti atau belum maksimal akan kita lakukan sampai setahun sampai nanti dengan penerapan sanksi. Meski diluar jam petugas di lapangan, masyarakat wajib mentaati jalan tersebut. Kalau untuk parkirnya direncanakan dibikin satu titik, namun jika kondisi lapangan tidak mengizinkan maka akan dibuat dua titik. Kemudian Posko juga akan didirikan di taman Cikpuan, jadi kalau seandainya ada masalah di lapangan maka akan diselesaikan di posko,” jelasnya.

Dibeberkan Malik, bahwa dari 65 titik (gang yang dianggap jalan tembus) yang diterapkan tersebut membutuhkan sebanyak 600 personil dengan perkiraan satu titik 3 personil.

Baca Juga :  Pertahankan Ekosistem Mangrove, Sekda Kamsol Lakukan Penanaman Bibit di Pesisir Insit

“Kita butuh 600 personil, dari Dishub 35 personil dan sisanya tersebar di seluruh OPD (kecuali Satpol PP), sementara untuk yang terdata baru 320 personil,” bebernya.

Dijelas Malik pula, hal ini dilakukan mengingat pengembangan kota Selatpanjang tidak bisa dilakukan lagi, dan antisipasi ini dilakukan agar kedepan tidak berat dalam mengatur arus lalulintas di kota Sagu.

“Terkait dasar hukumnya berdasarkan SK Bupati, sebelumnya ada Perda terkait managemen Rekayasa Laulintas Tahun 2015.  Karena di magemen rekayasa lalulintas itu ada informasi terkait dengan pertumbuhan kendaraan di Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelasnya lagi.



ucapan selamat idul adha dari publiknews

Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar