oleh

Niat Baik Menteri Agama Akan Bantu Korban Penipuan First Travel, Jaksa Agung: Anggaran dari mana?

JAKARTA, (Publiknews.com) – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menanggapi wacana Menteri Agama Fachrul Razi yang Ingin memberangkatkan umrah korban First Travel secara bertahap.

Burhanuddin menyambut positif niat baik Fachrul Razi.

Baca Juga :  Sikap Pemerintah dan DPRD Siak Dinilai Ogah Tangani Soal Rekrutmen TK Lokal, KNPI Tualang Akan Gelar Aksi Demo

Namun, ia mempertanyakan ihwal dana yang akan digunakan oleh eks wakil panglima TNI itu untuk memberangkatkan korban First Travel.

“Baguslah kalau memang Menag (ingin berangkatkan umrah korban First Travel).”

“Tapi uangnya dari mana Pak Menag, apakah donatur begitu?” Tanya Burhanuddin di Kompleks Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Ketika ditanya apakah ada konsolidasi bersama antara Kejagung-Kemenag terkait niat ini, dia menyatakan belum membicarakan lebih lanjut.

Ia hanya bilang, pihaknya mempertanyakan asal-usul uang untuk memberangkatkan umrah oleh Menag.

Baca Juga :  Serahkan BLT, Pemerintah Kampung Jayapura Kunjungi Rumah Warga

“Belum belum, sama kami belum. Syukur kalau Pak Menag bisa memberangkatkannya, tapi kan kalau iya begitu, dari mana dananya?”

“Mungkin ada…enggak tahu lah saya itu. Tanya saja sama Pak Menag,” ucapnya.

Sebelumnya, Fachrul Razi mengatakan pemerintah akan berusaha membantu korban penipuan First Travel untuk bisa berangkat umrah.

Namun, dirinya mengatakan pihak-pihak yang diperjuangkan haknya oleh pemerintah akan dipilih berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki.

“Nanti akan kita inventarisasi mana yang perlu kita bantu. Kalau yang kaya tidak usah dibantu lah, relakan saja, kan menjadi pahala.”

“Yang pantas dibantu saja yang nanti kita berangkatkan,” ungkap Fachrul Razi, seusai mengikuti rapat bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2019).

Fachrul Razi mengatakan, sulit untuk memperjuangkan hak seluruh korban First Travel, karena sudah berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Jum'at Berkah, Kapolsek Bungaraya Serahkan Bantuan Sembako Bagi Keluarga Kurang Mampu

Meski demikian, Fachrul Razi mengaku pihaknya akan tetap mencari cara memperjuangkan hak para korban First Travel tersebut.

“Memang sudah sulit karena pengadilan sudah memutuskan asetnya dikembalikan sebagai milik negara.”

“Tapi kami akan tetap mencari akal apa yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Depok menunda sidang putusan aset First Travel.

Humas PN Depok Nanang Herjunanto mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Senin (2/12/2019) pekan depan, dengan agenda mendengarkan vonis majelis hakim.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar