oleh

Jalan Lintas Kampung Bersejarah Buantan Besar Keriting dan Berdebu

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Warga Kampung Buatan Besar Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau keluhkan kondisi jalan berdebu. Setiap banyak kendaraan yang melintas, debu pasir itu masuk ke warung warga yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

Selain itu, mulai Jembatan Sei Cimpur sampai ke Jembatan Perbatasan Buantan Besar kondisinya keriting dan berlubang. Sehingga, pengendara merasa tidak nyaman saat melintas.

Jalan itu merupakan salah satu jalan yang ada di Kampung bersejarah. Pasalnya, di Kampung itu ada makam Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah.

Sementara, dari mulai Jembatan Sei Cimpur ke Siak kondisi jalan sudah bagus termasuk mulai perbatasan Jembatan Buantan Besar ke Bungaraya pun sudah bagus.

Baca Juga :  Anggaran DAK 2018 - 2019 Masih Dikerjakan, PPTK Sebut Akibat Terlambat Pencairan dan Cuaca

“Kampung Buantan Besar merupakan Kampung bersejarah. Ada makam Raja Pertama Siak. Kok dibiarkan kriting dan berdebu. Sementara, dari Sei Cimpur ke Siak bagus dan Buantan ke Bungaraya juga sudah bagus, ada apa dengan Kampung kami,” kata Rahim (54) tokoh masyarakat Kampung Buantan Besar kepada Publiknews.com, Senin (18/10/2021) petang.

Rahim juga mengatakan, dulu jalan di kampungnya berlubang. Namun, saat ini sudah dilakukan perbaikan oleh PU Siak. Ia juga berharap, masalah debu dan jalan keriting bisa diatasi.

“Semenjak diperbaiki oleh PU Siak, jalan itu tak pernah disiram. Itulah sebabnya jadi keriting dan berdebu. Ada juga lubang yang kondisinya dibiarkan mengaga sampai saat ini. Kalau banyak kendaraan yang melintas, debu pasir itu masuk ke warung warga yang berjualan di sepanjang jalan itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya di Siak Nekat Gantung Diri di Tempat Penimbangan Hasil Buah Sawit

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tataruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Kabupaten Siak Irving Kahar Arifin melalui Kepala Bidang Bina Marga Ari Nofizal saat dikonfirmasi melalui saluran telepon genggamnya sedang sibuk.

“Saya masih rapat,” kata Ari singkat.

Hingga diterbitkannya berita ini, pihak media menghubungi kembali Kabid Bina Marga Ari Nofizal, namun belum juga ada jawaban.

 

Laporan: Koko

 

 



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar