oleh

Viral, Ini Potret Kehidupan Warga Miskin yang Tinggal di Samping Kantor Bupati Siak

SIAK, (Publiknews.com) – Keluarga Amir (50) dan Asmarinah (37) berada dibawah garis kemiskinan dan bisa dikategorikan Fakir, kehidupan yang tidak layak mereka jalani setiap harinya. Jangankan untuk membeli peralatan di rumah, untuk makan sehari saja terkadang Amir bekerja keras untuk itu.

Baca Juga :  Dapat Grasi 1 Tahun, Ini Isi Surat Pengampunan Annas Maamun Kepada Jokowi

Amir dan istrinya hidup bersama 5 anak di gubuk kecil di tengah kebun karet di Dusun Tanjung Agung Kelurahan Sungai Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau. Hanya berjarak 700 meter jika dilihat di Google Maps dari perkantoran Bupati Siak. Namun, keluarga ini seperti diabaikan oleh pemerintah.

Amir sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan di kampungnya, kadang penghasilannya sehari itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan ke lima anak-anaknya.

“Kadang perhari dapat 60 – 70 ribu dari kerja menebas lahan, kadang membantu mendodos sawit milik warga setempat. Untuk membeli lauk makan pagi sore ya bisa pak, kadang kalau tidak ada kerja ya harus menahan lapar,” Kata Amir kepada publiknews.com, Kamis (2/1/2019).

Baca Juga :  Ketua PWI Siak Sayangkan, Sulitnya Mendapatkan Informasi Perkembangan Covid-19 dari Tim Gugus Tugas

Lanjut Amir, jika tidak ada penghasilan dihari ini ia dan keluarga hanya mampu makan seadanya. “Kadang makan rebus ubi dan rebus pisang muda untuk ganjal perut,” Jelasnya.

Kondisi gubuk yang dimiliki keluarga Amir sangat memprihatinkan, untuk masuk ke rumahnya harus meniti jalan setapak diantara kebun getah, gubuk Amir hanya berdinding terpal hitam yang sudah robek, pintu menggunakan karpet usang, lantai beralas tanah, kakus yang berada diluar rumah, tempat mandi terbuka yang dibuat dekat dengan aliran air parit, dapur dan ruang tamu menjadi satu karena ukuran gubuk hanya 4 x 5 meter dan hanya memiliki satu kamar yang ia tempati bersama anaknya Cinta dan Arjun, sedangkan ke tiga anak lain tidur di ruang tamu itu.

“Kalau hari hujan atap bocor,” Ujar Amir.

Pasangan Amir dan Asmarina memiliki tiga anak bernama Muhammad Ibrahim (9) yang duduk dibangku SD 10 Mermpan Hilir, Cinta Permata Candra (7) belum bersekolah dan si bungsu Arjuna Candra (5). Sedangkan dua anak lagi bernama Ramadani (18) dan Basir (15) berasal dari pasangan Asmarinah dengan suami pertamanya, mereka ikut tinggal bersama keluarga baru Amir. Ramadani diketahui tidak bersekolah lagi dan Basir kini bersekolah disalah satu MTs di Kerinci Kabupaten Pelalawan dengan dana bantuan dari Ustadz yang tidak disebut namanya oleh Amir.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar