oleh

Miliki Jiwa Sosial Tinggi, Paiman Terpilih Sebagai Penghulu Kampung Bungaraya

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Peduli lansia telah dilakukan Paiman sejak lama. Bahkan tak jarang dia memberikan memo dari kertas seadanya untuk ditukarkan beras di warung milik Surya yang ada di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau.

Paiman memang rajin bersilaturahmi dengan warga, sebagai kepala dusun (kadus), Paiman tidak ingin ada warganya yang tidak makan karena tidak punya beras.

Paiman yang memiliki kehidupan sederhana, dengan kebun sawit 1,5 hektare dan istri guru di Madrasah Ibtidaiyah, berusaha selalu ada untuk masyarakatnya.

“Terkadang saya benar benar sedang tidak punya uang, tapi saya tidak tega melihat lansia kehabisan beras di rumahnya. Saya buatkan memo, lalu saya minta memo itu dibawa ke Warung Surya,” jelas Paiman di rumahnya di Jalan Mawar, Kampung Bungaraya pekan lalu.

Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran Malaysia ini, memulai karirnya sebagai kepala dusun (kadus) di Kampung Bungaraya. Tiga periode penghulu dia menjadi kadus, atau lebih kurang 15 tahun.

Baca Juga :  Pleno Kabupaten Batal digelar, Ini Penjelasan Ketua KPU Siak Ahmad Rizal

Dari sanalah dia memulai hidup dengan mengenal lebih dekat kehidupan warganya. Terutama para lansia yang telah merintis sehingga Kampung Bungaraya menjadi Kecamatan Bungaraya.

Sebenarnya tidak hanya lansia, tapi juga anak yatim dan warga yang benar benar membutuhkan uluran tangan.

“Meski di tengah keterbatasan, saya berusaha berbuat. Saya yakin pasti ada jalan keluar,” sebutnya.

Surya pemilik warung membenarkan hal itu. Surya sudah mengenal Paiman cukup lama. Dia tahu betul Paiman akan membayarnya. Meski jadwalnya tidak bisa ditentukan. Bisa sepekan, sebulan atau bahkan beberapa bulan.

“Bagaimana saya mau menolak, memo itu merupakan memo mengambil beras untuk lansia. Tentu saya kasih saja sesuai apa yang tertulis pada memo,” kata Surya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Kandis, Kepala Pemotor Hancur Dilindas Truk Sawit

Surya tahu betul bagaimana kehidupan Paiman. Paiman sangat sederhana. Tidak hanya dari penampilan tapi juga keseharian dalam menjalani hidup.

Sebenarnya memo itu tidak melulu untuk lansia, tapi juga anak yatim, dan orang susah lainnya. Sebulan bisa beberapa kali dan jika dikumpul jumlahnya banyak juga. Tapi dia tetap bisa membayarnya di tengah kesederhanaan hidupnya.

Ternyata ketika ditanya ulang ke Paiman, dia mengaku tidak pernah memikirkan bagiamana cara membayarnya. Dia yakin Tuhan akan membantunya untuk membayar semua itu.

Selanjutnya Paiman menceritakan bagaimana dia memutuskan maju pada pemilihan penghulu kampung (pilpung). Semua itu atas dorongan warga.

“Saya berusaha setia kepada pimpinan. Makanya siapapun penghulunya saya sebagai kadus, akan memberikan yang terbaik,” kata Paiman.

Baca Juga :  Gegara Postingan Facebook 2018, Effendi Digagalkan Sebagai Anggota PPK Pusako

Ketika penghulu tidak mencalonkan dan dia mendapatkan dukungan penuh warganya. Dia termotivasi untuk terus berbuat dan berkarya.

“Keluarga saya mendukung, warga mendukung. Meski saya tidak punya anggaran, saya dikuatkan warga. Ternyata semua tidak selalu dengan uang,” ucap Paiman.

Bahkan sebulan menjelang pemilihan dan sampai sekarang hampir sepekan setelah terpilih, tenda yang dipasang warga di depan rumahnya, setiap malam ramai. Ada saja yang mambawa buah tangan, mulai jagung, pisang, gula, kopi, roti dan banyak lagi.

Dari 3.515 suara, Paiman mendapatkan 1.381 suara. Semua di luar dugaan dan Paiman mengaku sangat bersyukur dan berjanji akan menjalankan amanah dengan sebaik baiknya.



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar