oleh

Diduga Ada Indikasi Penggelembungan Suara, Tiga Caleg Golkar Perebutkan Kursi Kedua Partainya

SIAK,(Publiknews.com) Proses Pemilihan Legislatif sudah memasuki tahap Pleno Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menuju Pleno KPU Kabupaten Siak, Riau sekaligus penetapan nantinya. Dari hasil pleno PPK di dapil Siak Satu, kuota 11 kursi DPRD Siak sudah dapat dipastikan siapa yang akan mengisinya.

Baca Juga :  Ketua DPD Partai Golkar Rohil Resmi Dilantik

Berdasarkan hasil rekapitulasi Pleno PPK enam kecamatan di Dapil Siak Satu, sesuai catatan Publiknews.com pelaksanaan pleno berlangsung sekitar sepekan penuh. Dan setidaknya terdapat sembilan Parpol yang mengutus Calegnya duduk dikursi panas DPRD Siak periode 2019-2024. Diantaranya PAN dan Golkar masing-masing mendudukkan dua calegnya. Sedangkan tujuh partai lainnya mendudukkan masing-masing satu orang, antara lain, Gerindra, PKS, PDIP, PKB, Nasdem, Demokrat dan PPP.

Namun, berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat tiga calon legislatif partai Golongan Karya (Golkar) yang memperebutkan kursi terakhir di Dapil tersebut. Apalagi ketika hasil pleno diperbandingkan dengan penjumlahan formulir C1 yang dikeluarkan 341 KPPS di dapil Siak Satu.

Sesuai hasil rapat pleno seluruh PPK di Dapil I, dan pleno PPK Sungai Apit Kamis (25/4/19), sebagai PPK yang paling terakhir, perolehan suara partai Golkar, memastikan kursi ke 11 ketika bersaing ketat dengan Partai Gerindra dalam perebutan kursi kedua partai mereka.

Baca Juga :  Pasca Pemilu Hingga Saat ini, KPU Siak Baru Terima Hasil Pleno 9 Kecamatan

“Kita memang menunggu hasil pleno PPK ini, dapat menyikapi persaingan perebutan kursi terakhir. Dan harus diakui, bahwa Golkar mengungguli kami dalam perolehan total suara partai di Dapil ini,” terang Ali Masruri Caleg Gerindra perolehan kedua saat ditemui Jumat (26/4/19) di salah satu kedai kopi di Kota Siak.

Saat disinggung tentang beredarnya kabar adanya penggelembungan suara, pria yang juga Ketua PWI Kabupaten Siak tersebut, mengaku tengah memastikan terkait isu yang beredar itu.

“Kita pastikan dahulu isu itu. Kalau memang ada bukti-bukti yang cukup adanya permainan dalam penggelembungan suara parpol dan caleg, sangat memungkinkan untuk kita laporkan ke Bawaslu. Sehingga keadilan bisa diwujudkan dalam proses demokrasi kali ini,” kata Ali Masruri yang dalam Pileg kemarin memperoleh suara sekitar 1.600 tersebut.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar