oleh

Salah Perkiraan, Evakuasi Beruang Madu di Siak Dilanjutkan Pagi Hari

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Proses evakuasi Beruang Madu di Dusun Lingkar Padi, Kampung Sengkemang, Kabupaten Siak, Riau ditunda hingga pagi hari. Pasalnya, satwa dilindungi yang terperangkap jeratan Babi milik warga itu, bukanlah induk dari kawanan Beruang, tapi merupakan anaknya.

Kejadian itu diketahui saat akan melakukan evakuasi setelah dilakukan pembiusan oleh pihak BBKSDA Provinsi Riau. Kerangkeng sudah dibawa masuk ke lokasi tempat di mana Beruang Madu itu terperangkap. Namun hal mengejutkan terjadi seketika itu.

Suasana yang sebelumnya tenang, berubah menjadi tegang. Satu per satu warga yang ingin melihat dari dekat berhamburan ke luar dengan lari tergopoh-gopoh. Dengan penerangan lampu senter melekat di kepala, semua warga dan petugas keamanan menjauh dari satwa yang dilindungi itu.

Baca Juga :  Waduh! Sudah 2020, di Kampung Tumang Pembangunan PAUD dan MCK Pasar Tak Selesai

“Kirain yang terperangkap itu anaknya. Rupanya, ada Beruang yang berukuran lebih besar dari yang terperangkap mendekatinya, mungkin itu induknya,” lontar salah satu warga sembari berlari meninggalkan lokasi, Rabu (5/8/2020) dini hari.

Untuk antisipasi bahaya, maka pihak BBKSDA Riau memutuskan agar proses evakuasi dilanjutkan pagi hari. Hal itu dapat tanggapan langsung dari Penghulu Kampung Sengkemang Adi Afri. Akhirnya, warga yang ikut ke lokasi berangsur pulang.

“Katanya dilanjutkan besok pagi, ayo kita secepatnya meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing,” kata Penghulu.

Baca Juga :  DPR Desak Pemerintah Segera Cepat Atasi Karhutla di Riau

Tepatnya pukul 01:15 WIB, Terlihat masyarakat yang rata-rata menggunakan sepeda motor itu pun langsung bergegas pulang. Jalanan yang sunyi mendadak terang dengan pancaran lampu sepeda motor, senter dan lampu kendaraan roda empat milik petugas BBKSDA.

Laporan: Koko




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar