oleh

4 Kisah Pendaki yang Sempat Tersesat di Gunung

TRAVELER, (Publiknews.com) – Alam selalu menyajikan pemandangan yang luar biasa indah. Hal ini yang kadang membuat pada pendaki. Mereka terpacu untuk menatap langsung keindahan hakiki ini hingga tak peduli dengan dingin dan hambatan di gunung.

Mendaki gunung memang nggak semudah membalikkan tangan. Perlu kondisi tubuh yang lebih dari sekadar sehat dan pikiran yang fokus. Di samping itu, gunung selalu memiliki cerita menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Entah mistis atau kondisi gunung yang gawat sehingga tidak diperbolehkan didaki. Namun ada saja yang menolak dan terus melanggar aturan. Berikut kisah haru tentang pendaki yang tersesat di gunung:

Baca Juga :  5 Pejabat Kemenpora Kena OTT KPK, Diduga Terkait Dana Hibah

 

1. Nekat Terobos Kabut

Kabut menyelimuti gunung semeru. (Foto: Istimewa)

Hal inilah yang seharusnya digodok mateng-mateng oleh pendaki asal Cirebon yang beberapa waktu lalu sempat hilang dan tersesat di Gunung Semeru. Mereka memaksakan diri mereka untuk menggapai puncak.

Tapi masalah ini sudah berakhir dengan ditemukannya dua penyintas bernama Supriyadi (26) dan Zirli (16) ini oleh Tim SAR gabungan pada Selasa (24/5). Mereka nggak mengindahkan imbauan untuk nggak melanjutkan hingga puncak karena kabut tebal.

 

2. Tak Indahkan Imbauan

POS TNBTS di Ranupane sebagai tempat pendaftaran pendakian Gunung Semeru. (Foto: Istimewa)

Daniel Saroha (31) pendaki asal Bogor bersama rombongannya 21 orang melakukan pendakian ke Gunung Semeru. Mereka nekat melakukan pendakian ke puncak Semeru (Mahameru). Padahal sebelum mendaki petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah memberikan batas pendakian hanya sampai Kalimati.

Baca Juga :  Tujuh Orang Tahanan Kabur dari Sel Pengadilan Negeri Pelalawan

Daniel dilaporkan tersesat dan hilang oleh teman-temannya. Setelah dari puncak, rombongan turun dan Daniel terakhir terlihat di bagian vegetasi. Namun hanya dari sana saja, Daniel diketahui ada.

 

3. Melewati Batas Jalur Pendakian

Gunung Sibayak. (Foto: Istimewa)

Kisah ini diceritakan oleh Era (24), warga sekitar yang membuka warung tepat di kaki Gunung Sibayak. Saat itu salah satu wisatawan asal Jepang nekat melakukan pendakian seorang diri tanpa bantuan pemandu.




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar