oleh

Kalau Sekolah Negeri SPP-nya Gratis, Maka Sekolah Swasta Harus Sama

MAGELANG, PUBLIKNEWS.COM – Ketua PWNU Jawa Tengah (Jateng), Drs. KH. Muhamad Muzamil mengatakan, tugas lembaga pendidikan tidak ringan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola pendidikan, yaitu taklim, takdib, dan tarbiyah. Taklim diberikan langsung Allah kepada Nabi Adam melalui Malaikat Jibril, lalu takdib, baru tarbiyah.

“Maka dari itu, panjengan semua tidak boleh bersandar pada pemerintah, tidak bersandar pada yayasan, tapi langsung bersandar kepada Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad dan para kekasihnya,” katanya dalam Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) ke-2 yang digelar Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jateng di aula Hotel Borobudur Indah Magelang, Ahad (9/2/2020).

“Saya berterima kasih pada para guru semua, karena selama ini tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mengasah hati dan menanamkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah,” tambahnya.

Baca Juga :  Iniloh Ratih, Srikandi Siak Peraih Lima Besar Olimpiade Guru se-Riau dan Kepri

Rakerdin tersebut dirangkai dengan Kampanye Pendidikan Inklusi. Diikuti kepala madrasah/sekolah di bawah LP Ma’arif PCNU Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kota Salatiga.

Muzamil juga menyinggung bahwa sesuai UUD 1945, pendidikan harus diakses semua masyarakat.

“Pemerintah harusnya tidak tebang pilih dalam memperlakukan sekolah dan negeri swasta. Seperti contoh kalau sekolah negeri kok SPP-nya gratis, maka sekolah swasta harus sama,” paparnya.

Pihaknya juga menghimbau, sekolah dan madrasah yang sudah maju, harus saling taawun atau tolong-menolong untuk membantu sekolah dan madrasah yang belum maju.

Baca Juga :  Guru Semakin Inovatif Berkat Program PINTAR Tanoto Foundation

“Kita perlu subsidi silang, saling mendukung, memperkuat satu sama lain,” pesannya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Magelang KH. Ahmad Izzudin, Lc., berpesan kepala madrasah adalah tidak bertugas sebagai pengelola administrasi. “Bahasa lain kepala sekolah adalah head teacher, sehingga kepala sekolah ini adalah kepalanya para guru. Maka sesuai hadis nabi, Islam atau tidaknya, bahkan menjadi NU atau tidaknya, menjadi Wahabi atau tidak, ditentukan oleh kepala sekolah,” tegasnya.




Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: [email protected] atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar