Pasca Kerusuhan di Wamena, Kapolda Papua: Jangan Tinggalkan Wamena, Jangan Takut, TNI-Polri Selalu Ada



PAPUA, (Publiknews.com) – Ribuan warga pendatang yang sudah puluhan tahun tinggal di Wamena, Papua, diminta untuk tidak lagi eksodus meninggalkan Papua.

Baca Juga :  Ricuh Demo Bawaslu, Massa Lempari Polisi dengan Batu dan Botol

Pasca kerusuhan Wamena yang menewaskan 33 orang, ratusan luka-luka, serta ribuan orang kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka dibakar saat kerusuhan terjadi memang memilih meninggalkan Papua.



Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta warga tidak lagi eksodus meninggalkan Wamena, dan bagi yang sudah mengungsi untuk kembali.

Kapolda Paulus menjamin situasi Wamena serta Jayawijaya secara umum sudah kondusif.

Kapolda juga mengungkapkan, sudah bertemu dengan Gubernur Papua, untuk mencari solusi agar masyarakat jangan lagi takut dan kembali ke Wamena.

Langkah awal yang akan dilakukan guna memulihkan kepercayaan masyarakat untuk kembali ke Wamena, membangun tempat tinggal maupun tempat usaha mereka yang sudah hangus terbakar.

“Bagi warga yang sudah mengungsi, kembalilah ke Wamena, jangan lagi takut, kami (aparat keamanan TNI-Polri) memberikan jaminan keamanan. Kami ada, kami hadir dan selalu ada serta hadir untuk rakyat, jadi tidak usah takut lagi, kami akan selalu melindungi masyarakat,” kata Kapolda usai mengikuti perayaan HUT TNI ke-74 di Markas Kodam XVII Cenderawasih Polimak Jayapura, Sabtu (5/10/2019).

Menurut Kapolda, guna memberikan jaminan keamanan bagi warga Wamena dan wilayah pegunungan lainnya yang berdekatan, saat ini sudah ada sekitar 451 personel Brimob dan TNI yang sudah ditempatkan di sana.

“Jumlah ini akan terus ditambah, sebagai bukti kami memberikan jaminan keamanan. Jadi, mari kembali ke Wamena dan beraktivitas seperti sedia kala,” imbau Kapolda.

“Gubernur menyampaikan beberapa masukan serta langkah-langkah dan upaya yang akan dilakukan bersama dalam mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat, untuk kembali ke Wamena,” ujar Kapolda.

“Pemulihan tempat tinggal dan tempat usaha menjadi prioritas awal. Namun kemungkinan besar masih yang darurat, belum permanen, mungkin bangunan dari kayu dulu,” terang Kapolda.

Kapolda juga menegaskan, bahwa rusuh Wamena tidak ada kaitan dengan suku, agama maupun ras. Namun ulah dari sekelompok orang yang ingin menciptakan kekacauan.



“Kejadian Wamena bukan SARA, tapi didesain keompok tertentu untuk membuat kacau balau,” ungkap Kapolda.

Kapolda juga menandaskan, pihaknya sedang mengejar pelaku pembuat hoax yang meresahkan warga di Pegunungan Tengah Papua, sehingga ikut eksodus meninggalkan daerah tersebut.

“Pelaku hoax lagi dikejar, berikan input kepada kami, dan kami sudah bersinergi dengan Mabes Polri untuk mengejar pelaku. Jadi, kalau ada ancaman harus tinggalkan tempat, itu hanya bohong belaka. Kami ada disitu menjaga masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Komandan Lanus Silas Papare Jayapura Marsma Triwibowo mengatakan, penerbang Hercules dari Wamena ke Jayapura untuk mengangkut pengungsi masih terus berjalan.

“Sesuai perintah komando dari atas, penerbangan untuk pengungsi, dari Wamena menuju Jayapura masih terus berlangsung,” ujar Danlanud.

Bantuan untuk pengungsi di Wamena juga diterbangkan pesawat Hercules.

“Bantuan juga masih terus berdatangan, kemarin dari Presiden KSAU, dan yang jelas TNI AU siap mendukung program pemerintah,” ucapnya.

Jumlah pengungsi yang diangkut pesawat Hercules dari Wamena menuju Jayapura sudah mencapai 10.096 jiwa.

“Sampai dengan Jumat kemarin jumlah pengungsi 10.096 orang. Sedangkan yang diangkut pesawat Trigana Air dan Wings Air sekitar 4.400 jiwa,” ungkapnya.

Danlanud berharap, situasi Wamena cepat pulih, dan masyarakat tidak ada lagi yang eksodus.

“Kita harap cepat pulih, tapi kita juga memahami kondisi psikologis masyarakat,” ujarnya.

Apalagi masih ada hoax yang bertebaran, membuat warga merasa tidak nyaman sehingga mengungsi.

“Issu hoax juga membuat mereka menjadi kehilangan rasa nyaman. Sehingga mereka mendengar di Wamena ada tumpangan pesawat gratis lalu berbondong-bondong eksodus,” tandasnya.

Baca Juga :  Rusuh! Sejumlah Pendemo Dekat Bawaslu Diamankan Polisi

Saat ini tinggal 2 pesawat yang mengangkut pengungsi dari Wamena ke Jayapura.

“Kalau kemarin ada 3 ada 4 pesawat hari ini sisa 2. Untuk hari ini pesawat Hercules akan menerbangkan pengungsi ke Makassar dan Surabaya sebanyak 160 jiwa,” tuturnya.(tribun)

Editor: Ge. Setiawan



loading...


Loading...

Komentar

Tanggapan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed