oleh

Pandangan Hukum Islam Terhadap Vaksinasi Covid-19

PUBLIKNEWS.COM – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah berjalan masif di seluruh wilayah di Indonesia. Setelah dikeluarkannya peraturan presiden nomor 14 tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan presiden nomor 99 tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Corona Virus Desease 2019, maka pemberlakuan vaksinasi terus digencarkan oleh Pemerintah Indonesia dengan bersamaannya dikeluarkannya Fatwa MUI nomor 02 tahun 2021 tentang produk vaksin Covid-19 yang dinyatakan halal.

Harapan Pemerintah Indonesia dengan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 inivadalah untuk menekan angka penyebaran virus corona, hal inilah yang juga menjadi kajian oleh umat Islam untuk mengkaji vaksinasi covid-19 itu dalam perspektif hukum Islam, apakah menjadi haram, makruh, wajib, sunah, atau mubah, dan seperti apa sebaiknya yang akan dilakukan oleh umat Islam di Indonesia dalam mengambil sikap nantinya.

 

Baca Juga :  Indonesia Positif, Simak Ciri-ciri Orang yang Terinfeksi Virus Corona

Bagaimanakah pandangan hukum Islam tentang vaksin Covid-19?

Bila melihatnya dari kacamata Maqashid Syariah, maka pandangan hukum Islam tentang vaksin ini dapat dilihat berdasarkan nilai kemanfaatannya bagi umat. Berdasarkan kajian maqashid Syariah, pada dasarnya segala sesuatu yang disyariatkan memiliki maksud dan tujuan untuk kemaslahatan umat.

Meminjam pendekatan tersebut, apabila vaksinasi Covid-19 lebih banyak mendatangkan potensi kemanfaatan bagi umat dari pada potensi mudharatnya, maka tentunya Islam akan sangat menganjurkan pelaksanaannya dan begitu pula sebaliknya. Oleh karenanya, untuk mengetahui apakah ada kemanfaatan di dalamnya, kita perlu melihat apa sebenarnya tujuan dari vaksinasi covid-19 dan apa kandungan yang terdapat di dalam vaksin itu sendiri.

Menurut Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA pada dasarnya pemberian vaksin merupakan cara untuk menjaga kesehatan. Penjagaan kesehatan ini erat sekali kaitannya dengan penjagaan jiwa. Islam menjelaskan, setiap jiwa manusia sangat berharga. Konsep rahmatan lil alamin yang melekat pada tujuan dari setiap syariat, mengandung nilai penjagaan jiwa manusia. Dengan demikian, tujuan vaksinasi Covid-19 ini pada hakikat sejalan dengan asas dari Maqashid Syariah.

Baca Juga :  Pengaruh Agama Dalam Sistem Pemerintahan Negara

Disamping itu, Islam juga mengajarkan untuk berikhtiar dalam mencapai kesembuhan dari sakit yang diderita. Vaksinasi itu sendiri dapat dikategorikan sebagai bentuk ikhtiar agar setiap orang terhindar dari risiko terinfeksi sebuah virus. Sedangkan, konsekuensi tidak divaksin adalah berisiko tinggi terkena dan menularkan Covid-19.

Rasulullah SAW pun mengajarkan umatnya untuk berobat ketika menderita sakit.

“Berobatlah, sebab sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak meletakkan penyakit kecuali meletakkan baginya obat. Kecuali, satu penyakit (yang tidak ada obatnya), yaitu usia tua.” (HR Abu Dawud).

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat untuk suatu penyakit, penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Muslim).

Baca Juga :  Antisipasi Warga dari Daerah Luar, Koramil 12/PWK Sabak Auh Pantau Pos Covid-19 di Jalan Lintas Belading

Untuk mencapai kesehatan, seorang Muslim pun harus memperhatikan aspek kehalalan pada obat. Semaksimal mungkin gunakan obat yang jelas kehalalannya. Hal itu sebagaimana keterangan dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 172-173. Untuk mencapai kehalalan dan kebaikan dari sebuah obat, harus dipastikan bahwa obat itu aman dan teruji dari berbagai sisi serta tidak membahayakan diri dan orang lain.



ucapan selamat idul adha dari publiknews

Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar