oleh

Pengaruh Agama Dalam Sistem Pemerintahan Negara

PUBLIKNEWS.COM – Sebuah pemerintahan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan individu dan masyarakat dalam mengatur berbagai persoalan kehidupan manusia. Dalam artian manusia secara sosial tidak dapat hidup sendiri, akan tetapi selalu membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, agar dalam kehidupannya dapat berjalan dengan teratur maka manusia membutuhkan sebuah pemerintahan untuk menciptakan keteraturan hidup ke dalam sebuah negera. Negara kemudian menjadi sebuah wadah untuk mencapai kesejahteraan.

Hubungan agama dan negara, suatu hubungan yang bersifat timbal balik dan saling memerlukan. Dalam hal ini agama memerlukan negara karena dengan negara, agama dapat berkembang, sebaliknya, negara juga memerlukan agama karena dengan agama dapat berkembang dalam bimbingan etika dan moral spiritual. Sintesis politik dan Islam, penantian yang paling mendasar dari pemerintahan religius dan tugas yang paling besar dari pemerintahan ini adalah pelaksanaan undang-undang Ilahi.

Baca Juga :  Tatakelola Pemerintahan pada Masa Kekhalifahan Umar Bin Khattab

Tugas khusus dari pemerintahan religius, di mana hal ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintahan nonreligius adalah hal tersebut. Undang-undang yang ada dalam pemerintahan nonreligius adalah undang-undang insani (hasil kesepakatan manusia), dimana dalam pemerintahan religius undang-undang itu merupakan sesuatu yang suprainsani dan Ilahi.

Wilayatul al faqih sebagai sistem politik dan pemerintahan, doktrin wilayat al-faqih merupakan poros sentral dari pemikiran politik Syi’ah kontemporer. Wilayah al-faqih merupakan personifikasi kekuasaan Negara dalam sistem teokrasi Iran. Wilayah al-faqih pada dasarnya mirip dengan kekuasaan para Paus di Roma. Doktrin ini mengadopsi sebuah sistem politik yang berbasiskan perwalian, yang bersandar pada seorang faqih yang adil dan kapabel untuk memegang pemimpin pemerintahan selama gaibnya Imam yang maksum. Akan tetapi, meskipun perwalian dari seorang ulama agung diakui secara universal diantara semua teori-teori pemerintahan Syi’ah, terjadi ketidaksepakatan pada detail-detailnya, seperti besarnya peranan faqih dan luas cakupan otoritasnya.

Baca Juga :  Ulama yang Berpengaruh Terhadap Pemilihan Pilpres 2019

Islam (Syiah) sebagai gerakan politik, pada mulanya untuk sebuah kurun waktu yang cukup lama, gerakan Syi’ah dapat dikatakan hanya sebagai gerakan protes politik saja, tetapi kemudian, paham ini membentuk teologi dan sistem agama, sosial dan politik. Dalam hubungan dengan sejarah modern, munculnya kelompok Syi’ah yang cukup signifikan dan menentukan, baru terjadi ketika Dinasti Safawi (1502-1723 M) naik menjadi penguasa di Persia, dan menjadikan madzhab Syi’ah sebagai agama resmi negara.

Kemudian para pemuka kelompok Syi’ah berhasil mendapatkan eksistensi yang berdiri sendiri, sehingga mereka dapat memainkan peranan yang cukup penting dalam negara.Terlepas dari itu, dari kepemimpinan khusus Imam Khomeini R.a yang berada pada puncak proses politik ini, terdapat unsur-unsur politik lainnya dari kaum mullah yang turut memainkan peran yang luas.

Selepas kemenangan Revolusi Islam dan terbentuknya pemerintahan Islam, peran para mullah sangat berpengaruh dalam memajukan dan mengawal pemerintahan Islam. Mengingat pemerintahan Iran adalah pemerintahan Islam maka terdapat dua faktor penting dalam pemerintahan ini. Pertama berbentuk republik dan kedua bercirikan Islam.

Baca Juga :  Pandangan Hukum Islam Terhadap Vaksinasi Covid-19

Di abad pertengahan, pemerintahan di Eropa didominasi oleh bentuk monarkhi yang teokratik. Raja yang memerintah pada dasarnya hanyalah pelaksana kebijakan Paus sebagai penguasa tertinggi keagamaan (Khatolik Roma). Di era itu dikenal dalam sejarah sebagai Abad Kegelapan. Abad kegelapan yang menyelimuti Eropa diwarnai oleh kekuasaan pemuka agama (Paus) atas kehidupan bernegara. Paus sebagai pemimpin tertinggi agama Nasrani, berperan kuat bahkan lebih berkuasa dari raja khususnya dalam menentukan kebijakan negara.



ucapan selamat idul adha dari publiknews

Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar