oleh

Menolak Tanda Tangan, Pj Penghulu Rawang Air Putih Berhentikan Ketua RW Sepihak

SIAK, (Publiknews.com) – Keputusan Pj Penghulu Kampung Rawang Air Putih Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau Bobi Irawan Al Yamani, M.Si memberhentikan ketua RW 03 Mardi, dinilai sebagai tindakan gegabah bahkan terkesan arogan. Pasalnya, pemberhentian hanya dilakukan sepihak sebab Ketua RW menolak untuk menandatangani penerbitan surat tanah di atas lahan yang masih bermasalah.

Berdasarkan penuturan Mardi kepada Wartawan Rabu (11/12/2019), pemberhentian dirinya itu dilakukan seiring keluarnya surat keputusan Pj Penghulu nomor:33/SK/RAP/13/2019 dengan alasan ketua RW Mardi dianggap tidak kooperatif dalam menjalankan tugas administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai SK yang ditembuskan ke saya, telah ditunjuk pengganti atas nama Aimong. Meskipun yang bersangkutan saat pemilihan Ketua RW tiga bulan lalu bukanlah kandidat. Sedangkan kandidat yang saat itu ikut mencalonkan diri Nurkhamid dan Boyadi tidak bersedia menggantikan saya,” kata Mardi.

Baca Juga :  Ponpes Al-Muttaqien Jatibaru Siak, Jadi Tuan Rumah Festival Hadroh The Masters II se - Riau

Mardi juga mengaku heran, kenapa Pj Penghulu begitu terburu-buru menggantikannya seiring beberapa pekan sebelumnya menyodorkan surat keterangan riwayat penguasan tanah (SKRPT) atas nama Samin di atas lahan Pematang Tiga yang eks HGU.

“Sesuai surat teguran pertama yang diberikan kepada saya tanggal 25 Oktober 2019, bahwa teguran diberikan karena saya tidak menandatangani SKRPT atas nama Samin. Yang kahannya sudah dibeli Saudara Raflen,” tetang Mardi sambil menunjukkan surat teguran yang diterimanya.

Tidak berselang lama, lahir kembali surat teguran kedua, tanggal 06 November 2019, disusul teguran selanjutnya dengan melampirkan peta lahan yang diklaim Saudara Samin serta berita acara pengukuran yang pernah dilakukan 14 Oktober 2015 terkait lokasi lahan eks HGU yang berada diluar penguasaan masyarakat.

Baca Juga :  Wow, Belum Sebulan Dilantik, Anggota DPRD ini Ditangkap karena Berzina dengan Istri Orang

“Memang lahan yang diukur dengan luas 114.5 hektar dianggap lahan yang belum dikuasai masyarakat setempat. Maka saat itu dilakukan pengukuran dan pemetaan. Namun lahan tersebut, ternyata diklaim sejumlah pihak, diantaranya Samin, Anwar Thio, Andrea Martius dan saat ini juga digarap Sofyan Sembiring,” terang Mardi.

“Karena alasan itulah, saya tidak berani menandatangni SKT tersebut, dari pada nanti saya yang dimasalahkan sebagai Ketua RW. Tapi justru saya yang dipaksa menandatangani surat pengunduran diri, namun saya tetap tidak mau. Maka lahir SK pergantian Ketua RW secara sepihak oleh Pj Penghulu dan menggantikan saya dengan Saudara Aimong,” lanjutnya.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Rekapitulasi Pleno PPK Bungaraya Sudah diterima, Ahmad Dardiri : Kasus Dugaan Penggelembungan Suara Tetap Lanjut



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar