oleh

Alfedri Buka Rakor Pendamping Kampung se Kabupaten Siak, Husni Mirza Jadi Narasumber

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Bupati Siak Alfedri buka Rapat koordinasi (Rakor) Pendamping APBN, ADK dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) se Kabupaten Siak, Riau Husni Mirza sebagai Narasumber di Gedung Tengku Mahratu, Selasa (01/9/2020) pagi.

Hadir dalam acara itu Bupati Siak Alfedri, Plt Kadis DPMK Siak Leonardus Budhi Yuwono, Direktur PT Persi Husni Mirza, Anggota Komisi I DPRD Siak Muhtarom dan seluruh pendamping APBN, ADK serta BUMKam.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, dalam acara itu sebagai Narasumber Husni Mirza.

“Dalam Rakor ini sebagai Narasumber pak Husni Mirza Direktur PT Persi,” kata Alfedri.

Baca Juga :  Perkiraan BMKG Meleset, Siang Hari Setelah GMC Cuaca Tetap Cerah

Bupati juga berharap, dalam Rakor itu seluruh pendamping bisa mencarikan solusi untuk memajukan Kampung. Sehingga, ekonomi kerakyatan bisa maju di setiap Kampung yang ada di Siak.

“Saya berharap kepada Pendamping Kampung dan BUMKam selalu bersinergi dalam mencarikan solusi, agar ekonomi kerakyatan bisa meningkat,” harapnya.

Lebih lanjut Bupati Alfedri juga menjelaskan, banyak program yang bisa dikelola oleh BUMKam dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya rasa banyak yang bisa dilakukan BUMKam dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Baik itu berupa industri rumah tangga, maupun usaha yang lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Usai Putusan MK, KPU Siak Tetapkan Nama Wakil Rakyat Terpilih Periode 2019-2024

Sementara itu Rahmad, salah satu peserta Rakor saat itu kepada Publiknews.com mengatakan, saat ini di Siak masih banyak wirausaha yang belum tersentuh oleh pemerintah. Ia juga berharap, kedepannya pemerintah lebih aktif dalam menangani apa yang menjadi kendala bagi para wirausaha.

“Perhatian pemerintah Kabupaten Siak saat ini masih belum merata dalam hal kewirausahaan. Masih banyak kita jumpai pelaku usaha yang masih kurang mendapat dukungan dalam memasarkan hasil usahanya. Contohnya, ada salah satu pengusaha pembuatan sapu dari serabut kelapa, karena masih mandiri ia bisa jual dalam per hari 100 buah. Kalau dibantu oleh pemerintah dengan kebijakannya, mungkin bisa lebih dari itu kan,” tukas Rahmad.

Baca Juga :  Selisih Data Terkonfirmasi Positif Covid-19 Provinsi dengan Pemkab Siak 38 Kasus, Berikut Rinciannya

Laporan: Koko



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar