oleh

Tanjung Kuras Sungai Apit Siak, Kampung Kaligrafi dalam Hamparan Kebun Nanas

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Dulu, semasa masih berada dalam wilayah Kabupaten Bengkalis, Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Riau masuk dalam kategori desa tertinggal. Apalagi Tanjung Layang, yang merupakan dusun paling ujung dari desa ini, hanya memiliki akses jalan setapak yang kala musim hujan, dalam paya gambutnya bisa sepinggang orang dewasa. Namun, Pasca pemekaran dari Kabupaten Bengkalis pada 1999, terbentuklah daerah otonomi Kahupaten Siak, dan Sungai Apit salah satu yang menjadi Kecamatannya.

Tanjung kuras secara perlahan ikut terimbas. Bila dulu bersepeda saja susah, sekarang mobil sudah bisa sampai ke Tanjung Layang, dusun paling ujung.

Kampung Tanjung Kuras dikenal sebagai Kampung Kaligrafi, karena hampir tiap pelaksanaan MTQ, juaranya berasal dari kampung ini. Selain itu, kampung ini juga identik dengan nanas, karena beratus hektare kebun nanas terhampar di kampung ini. Bahkan, nanas Tanjung Kuras pemasarannya sudah menembus Pulau Jawa.

Baca Juga :  Paripurna Peringati Hari Jadi Kabupaten Siak ke 21, Kursi Anggota Dewan Banyak Kosong

“Sebagai putra kelahiran Sungai Apit, saya patut bersyukur, setelah 10 tahun Kabupaten Siak berdiri atau tepatnya pada 2009, saya mendapat kepercayaan dan amanah dari masyarakat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Siak. Setelah masuk tiga priode saya di legislatif, Tanjung Kuras salah satu desa yang selalu menjadi perhatian saya, walau suara saya tak banyak di sana,” kata Syamsurizal Budi kepada Publiknews.com, Sabtu (04/7/2020).

Ketua Fraksi Demokrat Siak itu juga menceritakan, awal menjadi dewan, pembangunan jalan ke kampung Tanjung Kuras betul-betul ia kawal hingga masuk di APBD Siak 2009.

Baca Juga :  Polemik Pemilihan Anggota Hingga Ketua Bapekam Kampung Jatibaru Siak

“Dulu awal saya jadi dewan, untuk jalan desa Tanjung Kuras sepanjang 1 km saya kawal hingga masuk di APBD 2009, dan Alhamdulillah, pada APBD 2010 tersambung lagi sepanjang 2 km,” jelasnya.

Budi juga menceritakan perjalanan perkembangan kampung Tanjung kuras itu. Menurutnya, semasa Syamsuar masih menjadi Bupati Siak, terjadi musibah angin puting beliung. Hikmah di balik musibah itu, Syamsuar turun ke Tanjung Layang, dan melihat serta merasakan sendiri kondisi jalan ke dusun paling ujung tersebut. Kemudian, secara bertahap jalan ke Tanjung Layang sudah bisa ditempuh menggunakan mobil.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Kuansing Meninggal Dunia di RS King Faisal



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar