oleh

Kronologi Bocah SD Dikeroyok Kakak Kelas saat Guru Belum Datang

SUMUT, (Publiknews.com) – Peristiwa pengeroyokan terjadi kembali diduga dilakukan sejumlah kakak kelas sekolah dasar (SD) terhadap adik kelasnya.

Baca Juga :  Menkeu Rombak Penyaluran Dana BOS, Begini Skemanya

Melalui video pendek yang beredar luas di media sosial, tampak seorang bocah SD meringkuk dan menangis kala kakak kelasnya memukuli dan menendangnya secara bergantian.

photostudio 1567256029553 - Publiknews
Capture video. (Foto: Net)

Usut punya usut, ada sosok dalang di balik peristiwa itu dimana seorang pemuda diduga menyuruh sejumlah kakak kelas untuk memukuli korban dengan imbalan sejumlah uang.

Melansir akun Twitter pengguna bernama @yuzanst video kekerasan tersebut diunggah pada 27 Agustus lalu.

Tampak dua kakak kelas bergantian menghujani korban dengan bogem mentah dan tendangan.

Tidak terlihat adanya perlawanan dari korban, ia tampak menangis saat kakak kelasnya melayangkan kekerasan terhadapnya.

Bahkan, ketika salah satu dari kakak kelasnya tersebut memberi pukulan bertubi-tubi ke kepalanya dan diakhiri dengan tendangan di belakangnya.

Tak berhenti sampai di situ, kakak kelas yang memakai seragam yang sama dengannya melompat dan mengarahkan tendangan ke dadanya.

Ia lalu memelintir kepala bocah itu seolah hendak dipatahkan namun ditahannya, lalu kakak kelas yang memakai seragam merah putih datang dan menjitak kepala bocah tersebut berulang kali.

Mereka juga menendang dan memukul di bagian belakangnya, diakhiri dengan tendangan di kepalanya.

Tendangan itu membuat bocah tersebut langsung memegang telinganya dan hanya bisa menangis, terdengar sesekali ia menyebutkan kata mama.

Baca Juga :  Mendikbud Tegaskan Tidak Ada Penghapusan Guru Honorer, Begini Katanya!

Video ini telah ditonton lebih dari 1 juta kali dan sudah ditweet ulang sebanyak 15 ribu lebih. Tak sedikit pula warganet yang merasa prihatin dan menyayangkan aksi kekerasan ini.

Diketahui bocah bernama AR yang menjadi menjadi korban pemukulan tersebut.

AR adalah siswa kelas 4 SD Negeri 117852 Ambacang, Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura.

Sedangkan dua orang pelaku berinsial A (6 SD) dan R (5 SD) merupakan kakak kelas korban.

Sementara siswa yang merekam video aksi kekerasan adalah siswa kelas 5 SD berinisial U.

Kronologi Kejadian


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar