oleh

Warga Pertanyakan Penimbunan Saluran Air, Akibat Proyek Rp 9 Miliar Lebih di Siak

SIAK, (Publiknews.com) – Pekerjaan Peningkatan Jalan simpang Kwalian-Fery Belantik yang dikerjakan oleh Telaga-Modern, KSO senilai Rp 9.828.414.421 (Sembilan miliar delapan ratus dua puluh delapan juta empat ratus lima belas ribu empat ratus dua puluh satu rupiah) dipertanyakan warga Siak. Pasalnya, pada pekerjaan itu terjadi penimbunan saluran air atau parit yang dibangun dengan menggunakan dana APBD Siak beberapa tahun yang lalu. Sehingga, pekerjaan itu terkesan tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Baca Juga :  Telan Biaya Miliaran Rupiah, Pembangunan Jalan Tembusan Simpur dinilai Sia-Sia, Muhtarom : Ini PR Bupati Siak Alfedri

Hal itu dikemukakan salah seorang warga Siak Tengku Sulaiman, ia mengatakan, saluran air itu dulu dibangun menggunakan dana APBD. Jika sekarang bangunan itu ditimbun dengan menggunakan sumber dana yang sama, ia beranggapan selama ini parit tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awal.

“Saluran air atau parit yang ditimbun itu dulu dibangun menggunakan dana APBD, kenapa sekarang kok ditimbun. Selama ini gimana dengan perencanaan awalnya,” kata dia kepada Publiknews.com Kamis,(19/6/2019) sore di lokasi.

Bukan itu saja, lanjut pria yang pernah menjabat anggota DPRD Siak 10 tahun yang lalu itu, ia pertanyakan kenapa pekerjaan peningkatan jalan tersebut terhenti.

“Kita juga bertanya-tanya selama ini, kenapa kok pekerjaan proyek bernilai fantastis itu sempat terhenti. Ada apa dengan proyek tersebut? ” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, proyek tersebut mulai dikerjakan bulan April lalu. Namun sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda kegiatan di sana.

“Kami tadi ke lokasi tak ada nampak satupun alat yang bekerja di sana. Kalau memang ada pekerjaan, tentu baik orang atau alatnya stanby di sana dong,” lanjutnya.

Menjawab hal itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dedi Nofdiansyah menjelaskan, ditimbunnya saluran itu bertujuan untuk mengambil titik lurus hingga ke bundaran. Ia juga menjelaskan, saluran yang ditimbun tidak seluruhnya.

“Kalau tidak ditimbun tak lurus sampai ke bundaran Kwalian. Supaya jalan itu lurus, maka harus ditimbun parit tersebut. Itupun tidak seluruhnya yang kita timbun, paling sekitar 200 meter aja,” kata Dedi saat dikonfirmasi melalui saluran telefon genggamnya, Kamis (20/6/2019).




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar