oleh

Jika Terpilih Prabowo Janjikan Sistem Outsourcing Dihapus

JAKARTA, (Publiknews.com) – Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berupaya menghapus sistem outsourcing di Indonesia jika terpilih. Meski praktik outsourcing selama ini memicu berbagai polemik, namun apakah perlu dihapuskan?

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, selama ini perusahaan outsourcing berkontribusi untuk menyediakan tenaga kerja yang diperlukan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, jika sistem ini dihapus maka dikhawatirkan akan mengurangi penyerapan tenaga kerja.

“Saya kira sulit ya menghapus outsourcing karena outsourcing itu adalah salah satu pilihan terbaik bagi perusahaan. Saya kira begitu (akan ada pengurangan penyerapan tenaga kerja). Konsukuensinya perusahaan akan melakukan rasionalisasi,” ujarnya saat dihubungi dilansir publiknews.com dari iNews.id, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga :  Gubernur Riau Syamsuar Minta Walikota dan Bupati Dirikan Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla

Selain itu, jika sistem tersebut dihapuskan maka perusahaan-perusahaan harus melakukan berbagai penyesuaian dalam sistem kepegawaiannya. Apalagi saat ini masih banyak perusahaan yang memanfaatkan sistem outsourcing dalam perekrutan pegawainya karena dinilai lebih mudah dan fleksibel.

“Akan jadi masalah bagi banyak perusahaan. Karena harus mengubah banyak hal terkait sistem kepegawaian dan bisa meningkatkan biaya operasional,” kata dia.

Sistem outsourcing ini menurutnya bermanfaat bagi perusahaan namun perlu adanya penjaminan hak-hak pekerja yang direkrut. Pasalnya, selama ini sistem outsourcing dinilai hanya merugikan pekerja-pekerja yang disalurkan karena tidak memberikan kejelasan mengenai hak-hak dan perlindungan pekerja.

Baca Juga :  Sidang Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilu Acara Cepat di Siak Berlangsung Alot

“Yang paling realistis saya kira adalah bagaimana paslon bisa menjanjikan menjamin hak-hak pekerja walaupun dalam posisi outsourcing. Terutama hak-hak terkait karier, kepastian masa depan, jaminan masa tua,” ucapnya.

Sementara itu, Ekonom dari Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, sistem outsourcing masih relevan untuk diterapkan di Indoensia. Terutama bagi industri tertentu yang membutuhkan spesialisasi dalam produksinya di mana spesialisasi ini bisa dibantu oleh outsourcing.

“Kalau dihapus berarti perlu ada upaya tambahan dari tiap industri untuk mengembangkan skill-skill pekerjanya yang padahal tidak berkaitan dengan core businessnya. Sehingga industri menjadi lebih sulit untuk fokus dalam pengembangan skill-skill pekerjanya yang berkaitan dengan core businessnya,” tuturnya dalam diskusi online, Minggu (17/3/2019).


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Teknologi Canggih, Fitur Pengenal Wajah yang Digunakan saat Konser Taylor Swift



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar