SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Sudah sebulan, teror Harimau Sumatera yang masuk ke pemukiman warga Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak hingga kini masih belum usai. Harimau itu sebelumnya telah menelan korban jiwa pada 20 april 2023 lalu.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Siak bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) serta TNI Polri akan melakukan upaya baru dengan menggunakan tekhnik tembak bius, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Provinsi Riau Mustafa Imran Lubis Sp, kepada Publiknews.com usai Rakor Forkopimda di Balairung Datuk Empat Suku, Kamis (25/5/2023) siang.
Berbagai upaya telah dilakukan tim penyelamatan hewan liar yang ada di Kabupaten Siak, diantaranya pemasangan trap box dan kamera trap untuk mengamankan harimau yang masih berkeliaran di dekat pemukiman warga namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.
Bupati Siak Alfedri berharap agar harimau itu dapat segera diamankan dengan upaya Pemkab Siak bersama tim yang sudah dibentuk untuk mendiskusikan langkah-langkah baru tentunya yang lebih efektif.
“Selain langkah-langkah yang sudah kita lakukan selama ini, kita juga merumuskan langkah-langkah yang lebih baik dan aman,” ucap Alfedri.
Alfedri juga menyampaikan agar langkah yang akan digunakan dalam penangkapan tersebut bisa dilaksanakan tanpa menyebabkan ketakutan dan kecemasan warga.
“Tekhnik yang akan dilakukan dalam penangkapan nantinya, diharapkan tidak menimbulkan suasana dan situasi yang menyebabkan kecemasan warga, karena apabila ada ketakutan dimasyarakat, dapat mempengaruhi ekonomi, karena takut beraktivitas di kebun,” ujarnya.
Alfedri juga menyebutkan salah satu langkah yang sedang dipersiapkan saat ini yaitu penangkapan dengan metode bius, yang harus dilakukan oleh tim khusus dan ahli dalam bidangnya.
Menurut Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Provinsi Riau Mustafa Imran Lubis Sp, perlu beberapa teknis dalam interaksi dengan satwa liar terutama Harimau Sumatera.
“Tekhnik dalam berinteraksi dengan satwa liar adalah penggiringan, penyisiran, dan penangkapan. Melihat kondisi saat ini, pergerakan sudah kami identifikasi itu diluar habitat atau area perkebunan dan pemukiman, dan hal yang harus dilakukan yaitu melakukan penangkapan,” terang Mustafa Imran.
Ia juga menjelaskan terkait penangkapan dengan metode tembak bius yang rencananya akan digunakan dalam penangkapan tersebut.
“Dalam penangkapan ini, tentunya kami menggunakan orang-orang khusus yang ahli dibidangnya, seperti dokter hewan untuk mengetahui dosis obat bius yang akan digunakan, serta tenaga ahli dalam melakukan penembakan bius tersebut,” jelasnya.
Kabid Wilayah II BBKSDA Riau itu juga mengatakan, bahwa tim selalu melakukan pemantauan gerakan harimau tersebut, dan untuk perealisasian penggunaan penangkapan tembak bius ini akan dilakukan usai evaluasi dari tim.
“Kami selalu memantau pergerakan harimau tersebut, apabila ada laporan warga terkait penemuan jejak kami akan meninjau langsung ke lokasi. Saat ini untuk melakukan penangkapan tembak bius akan kami lakukan usai evaluasi tim yang akan diturunkan ke lapangan pada jumat besok,” tutupnya.
Laporan: Sary
Editor: Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






