Luar Biasa Kabid Kepegawaian Dinas Pertanian Siak, Dikontrak Satu Helai Batik, Dijahit Dua

Siak4,216 views

SIAK, (Publiknews.com) -Pengadaan baju batik Siak di Dinas Pertanian Siak, senilai Rp47 juta dari APBD-P, benar benar ajaib. Dikontrak hanya satu helai dengan harga per helainya Rp450, akan ditambah jadi dua, sehingga masing masing pegawai yang berjumlah 104, mendapatkan dua helai baju batik.

Kabar gembira ini, menurut Kabid Kepegawaian Dinas Pertanian Siak Tasmi, yang dipercaya oleh Kadis untuk memegang proyek itu karena salah membeli bahan. Harusnya ia beli batik Siak, namun yang terbeli batik Riau, jadi satu orang pegawai nantinya mendapatkan dua potong baju.

“Karena itu kesalahan saya, saya harus bertanggung jawab. Saya rela dipotong dari uang saya,” ungkap Tasmi kepada Publiknews.com Selasa, (19/11/2019) siang.

Terkait penunjukan Sari, sebagai pemenang kontrak dan menjalankan proyek, menurut Tasmi bukan wewenang dirinya, tapi wewenang Kasubag Program Salman.

“Salman yang bertanggung jawab tentang itu semua, silakan tanya ke Salman, Kasubag Program. Dia yang membuat kontrak kerja sama,” ucap Tasmi yang mengaku baru pertama sekali memegang proyek, apalagi proyek senilai Rp47 juta.

Tasmi juga sempat melontarkan pertanyaan kepada wartawan saat itu. Ia juga menjelaskan anggaran itu diambilkan dari ABT 2019.
“Besar atau kecil proyek Rp47 juta ini. Ini proyek Anggaran Belanja Tahunan (ABT) 2019, dan memang harus diselesaikan karena nilainya ya seperti itu,” tandasnya.

Di lain pihak, Salman yang selalu disebut-sebut oleh Tasmi penanggung jawab kegitan itu, saat dihubungi melalui ponselnya sebanyak dua kali tidak ada jawaban.

Sementara Sariyah, selaku kontraktor menjelaskan memegang proyek itu atas penunjukan. Ditanya ada tanda tangan kontrak atau yang terkait dengan itu, dia terlihat bingung.

Dia hanya menjelaskan seputar proyek itu menggunakan anggaran dia terlebih dahulu, dan dia sudah ada kesepakatan dengan penjahit batik akan menyelesaikan tepat waktu. Namun dia menyayangkan, tidak selesai sebagaimana harapannya.

“Kita kecewa sama tukang jahitnya, padahal janjinya tanggal 16-16 bulan ini selesai. Namun, ketika saya ke sana baru 30 helai yang siap,” kata Sariyah.

Ditanya kepada Fer, yang menjahit baju batik itu, dengan gamblang Fer mengatakan, banyak waktu yang terbuang, dari awal kerja sama sampai pengukuran dan menunggu bahan. Selesai diukur pun, perubahan selalu terjadi.

“Saat saya minta catatannya yang jelas malah tambah rumit, masih juga ada yang salah, sehingga menyita waktu saya untuk menulisnya ulang,” ungkap Fer.

Ditanya tentang batik apa yang kini dijahitnya, menurut Fer, batik biasa dengan harga sekitar Rp30 sampai Rp40 ribu per meter jika di Siak, kalau beli di Pekanbaru bisa lebih murah. Sedangkan upahnya per potong Rp75 ribu, dan upah ini sudah sangat murah. Sampai sejauh ini Fer hanya menjahit batik biasa.

“Tidak sampai ke tangan saya batik Riau atau pun batik Siak. Bahan yang mereka beri hanya batik biasa,” ungkap Fer bingung.

Sementara Tasmi saat dikonfirmasi ulang di mana penjahit batik Siak yang disebutkannya. Tasmi berkilah, dia tetap menjahitkannya di tempat Fer, hanya saja bahannya belum diantar.

“Nanti untuk yang selanjutnya kita akan jahit ke tempat itu lagi. Tapi, bahannya belum kita antar ke sana,” tutup Tasmi.

Laporan : Koko

[ays_poll id=1]

Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar