Bocah 3 Tahun di Indonesia Positif Virus Corona, Sejumlah Anggota Keluarga Terpapar

Daerah1,572 views

YOGYAKARTA, PUBLIKNEWS.COM – Seorang balita berumur 3 tahun di Yogyakarta dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 atau virus Corona. Sejumlah orang yang diketahui kontak dengan balita tersebut langsung dilakukan tracing atau penelusuran.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk penanganan pandemi Corona, Berty Murtiningsih pada Minggu (15/3/2020) memberikan pernyataan resmi ke media bahwa terdapat satu orang yang positif terinfeksi virus Corona.

“Total data pasien dalam pengawasan (PDP) tanggal 15 Maret 2020 wilayah DIY untuk data sebagai berikut; sudah diperiksa/diswap  17 orang. Hasil negatif 12 orang, hasil positif satu orang, [sementara] masih dalam proses empat orang,” kata Berty.

Dari 17 orang PDP tersebut 10 orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan tujuh orang lainnya yang terdiri dari enam orang negatif Corona dan satu orang positif Corona masih dirawat di ruang isolasi.

“Kalau hasil lab negatif, tidak begitu saja boleh pulang karena masih dalam masa pemantauan [belum 14 hari] atau masih memerlukan perawatan, meski sudah 14 hari tapi masih butuh perawatan medis,” kata dia.

Saat ini, kata Berty, telah dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan balita positif Corona tersebut. Dari hasil penelusuran, kata dia, juga telah ada beberapa orang yang menjadi PDP.

“Dinkes [Dinas Kesehatan] telah melakukan tracing terhadap kontak erat kasus. Hasil tracing, ada dua orang kontak erat PDP di RS Sardjito dan masih dalam proses hasil laboratorium,” kata dia.

Dua orang itu diketahui merupakan orang tua dari balita tersebut. Tak sampai di situ Dinkes juga melakukan penelusuran terhadap tenaga medis yang pertama kali menangani balita tersebut.

“Di RS PKU [Muhammadiyah Kota Yogya] juga dilakukan tracing,” kata Bety

Sebelumnya diketahui balita berusia 3 tahun dirawat di ruang isolasi RSUP Sardjito Yogyakarta. Ia merupakan PDP kasus Corona setelah sempat berkunjung ke Depok, Jawa Barat adalah daerah di mana pasien positif terinfeksi Corona pertama kali terdeteksi di wilayah RI.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Sardjito Banu Hermawan menjelaskan balita yang berstatus dalam pengawasan itu dirawat di Sardjito sejak Senin (9/3/2020). Ia merupakan pasien rujukan dari RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

“Jadi pasien ini kan habis kunjungan dari Kota Depok. Kemudian dia pulang dia mengalami demam dan batuk,” kata Banu kepada Tirto, Rabu (11/3/2020).

Balita tersebut, kata Banu, berkunjung ke Depok pada 27 Februari sampai 3 Maret 2020. Sesampainya di Yogyakarta ia mengalami sakit dan langsung di rawat rumah sakit.

Ia memang tidak ada riwayat kontak langsung dengan orang yang positif terinfeksi Corona. Namun, balita tersebut bersama keluarganya sempat mengunjungi tempat-tempat umum di Depok seperti alun-alun.

“Kita menganggap dia dari daerah yang memang ada beberapa yang positif. Nah itu, dari aspek-aspek kehati-hatian saja langsung kita rawat. Dia dirawat untuk memastikan dan diawasi karena ini anak-anak, dan masuk kategori pengawasan,” ujarnya.

Dari hasil rontgen, kata Banu, menunjukkan adanya gambaran pneumoni walaupun tidak kuat. Atas pertimbangan medis, pasien tersebut dirawat di ruang isolasi RS Sardjito.

Dengan adanya gejala infeksi virus Corona, dan juga memiliki riwayat berkunjung ke daerah yang terdapat orang dengan positif Corona, maka pasien tersebut diisolasi dan juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah positif corona atau tidak.

Sumber : Tirto.id
[ays_poll id=1]

Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar