SIAK, PUBLIKNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengambil langkah berani dengan menghentikan sementara penerbitan izin baru bagi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Kebijakan ini diambil untuk menata ulang keseimbangan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi UMKM lokal agar lebih berdaya saing.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, dalam rapat bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan ritel modern, dan pelaku UMKM di Zamrud Room, Jumat (7/11/2025).
“Kami memutuskan untuk melakukan moratorium pemberian izin baru untuk ritel modern karena jumlahnya sudah terlalu banyak di Kabupaten Siak. Sekaligus kami akan mengevaluasi izin yang sudah ada agar UMKM lokal mendapat ruang lebih besar,” ujar Bupati Afni.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 47 gerai Indomaret dan 42 gerai Alfamart di wilayah Siak. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 95 persen produk yang dijual belum melibatkan pelaku UMKM lokal.
Melalui kebijakan moratorium ini, Pemkab Siak akan melakukan penataan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap izin ritel modern yang telah beroperasi. Setiap jaringan ritel nantinya diminta menyediakan etalase atau ruang khusus bagi produk-produk UMKM Siak.
“Banyak produk UMKM kita yang sebenarnya berkualitas. Hanya saja perlu pembinaan agar sesuai standar pasar modern. Kami berharap ada relaksasi aturan supaya produk rumahan bisa bersaing dan masuk ke jaringan ritel,” jelas Bupati Afni.
Selain moratorium, Pemkab Siak juga tengah menyiapkan program Koperasi Merah Putih, sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden RI untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan memperkuat peran UMKM dalam rantai pasok lokal.
“Alhamdulillah, seluruh desa dan kelurahan di Siak sudah memiliki Koperasi Merah Putih. Ke depan, koperasi ini akan menampung produk UMKM dan membantu masyarakat memangkas rantai harga,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Siak menargetkan lebih dari 14 ribu pelaku UMKM dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi kemandirian ekonomi daerah.
“Kami ingin agar ritel modern dan UMKM lokal berjalan seimbang, saling menguatkan melalui kebijakan yang berpihak. Tujuan akhirnya adalah menghidupkan ekonomi Siak dari bawah,” tutup Bupati Afni.
Laporan : Sary
Editor: Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






